15 Tahun Lagi, Lelaki China Sulit Dapat Istri

February 16, 2007 at 10:32 am (Berita)

Kurang dari 15 tahun lagi, 30-an juta laki-laki dewasa di China kemungkinan akan kesulitan mendapatkan istri. Pasalnya, jumlah laki-laki saat itu akan membeludak, sebaliknya jumlah perempuan menyusut. Kondisi ini adalah buah dari kebijakan satu anak yang ditetapkan Pemerintah China pada akhir tahun 1970-an.

Sialnya, karena alasan budaya dan lainnya, pasangan suami-istri di China lebih senang memiliki anak laki-laki ketimbang anak perempuan. Sudah menjadi rahasia umum jika pasangan suami-istri di China banyak yang melakukan aborsi terhadap janin berjenis kelamin perempuan.

Praktik semacam ini membuat jumlah laki-laki dan perempuan tidak seimbang. Tengok saja taman kanak-kanak di Huizhou. Di salah satu kelas, ada 39 murid laki-laki dan hanya ada 8 murid perempuan. Di sebuah desa di Pulau Hainan, laki-laki yang tidak berjodoh pun makin banyak. Padahal, mereka rata-rata lahir sebelum kebijakan satu anak diberlakukan.

“Di desa kami ada lebih dari 100 laki-laki berusia antara 18-40 tahun yang tidak kawin. Orang-orang di desa sekitar kami juga mengalami hal yang sama,” kata Liu Yaxiao, warga Hainan, seperti dikutip situs BBC, Senin (12/2).

Dia mengatakan, perempuan di desanya yang jumlahnya sedikit, memilih pergi ke kota untuk bekerja. “Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dan di mana harus mencari istri. Bagaimana kami bisa kawin?” kata Liu.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.